KRL Depok-Tebet

Siang kemarin, KRL ekonomi jurusan Depok-Tebet yang aku tumpangi penuh sesak oleh warga Jakarta yang akan beraktivitas ke pusat kota. Bau tak sedap, keringat, panas, desak-desakan menjadi suatu hal yang lumrah. Banyak pedagang yang berusaha mencari rezeki di atas gerbong-gerbong sempit ini. “Tisu..tisu..tisu….dua rebu bang….”, teriak seorang pria remaja yang menjajakan tisu di tangannya. “Air dingin..air dingin…air dinginnya bang…”, “salak manis…salak manis..salah pondoh…dua rebu sebungkus, lima rebu dapet tiga bungkus…”, “ Koran…Koran Jakarta, top skor-nya serebuan bang, Koran…koran…majalah…”, terdengar beberapa pedagang lain bersahut-sahutan. Ada pula orang-orang yang lumpuh yang meminta sedekah dari para penumpang, ada yang dangdutan, dan ada juga yang sholawatan.

Aku-pun hanya tetap berpegangan ke penopang di langit-langit gerbong sambil berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk, sambil memperhatikan keamanan dompetku dari copet yang sering beraksi saat ramai.

Setelah beberapa menit menikmati suasana itu, tiba-tiba ada seorang anak kecil menghampiriku, memukul-mukul tanganku lalu perutku. “Om..om..om…minta uang om,,untuk makan, om..om..om..lapar om…dari tadi pagi belum makan…om..om..om…minta makan untuk makan om…om..om….”, berkata anak itu sambil terus memukul-mukul tangan dan perutku. Aku hanya tersenyum kepada anak itu. Lalu kualihkan pandangan ku kembali menyapu kondisi sekitar gerbong. Anak kecil tersebut terus melakukan hal yang sama, berkata dan memukul-mukul perutku.

Setelah setengah menit kemudian anak itu pun pergi meninggalkanku, dan kembali meminta hal yang sama kepada seorang bapak yang sedang berdiri di dekat pintu gerbong.

Lalu ku perhatikan anak kecil itu dari jauh. Kataku dalam hati, “Maaf ya dik, maafkan kk belum bisa memberikan uang yang kamu minta, kk takut ini menjadi kebiasaanmu dan menjadi mental hidupmu.”.

Ya Allah izinkanlah hamba-Mu ini untuk memiliki kesempatan yang lebih besar lagi dan kekuatan untuk mengubah nasib anak-anak seperti mereka.

08.16 am
Minggu, 18 April 2010
Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s