Tedy Light

Tentang Perjuangan Memaknai Hidup

Dan hujanpun menari..

Hujan itu menari
Menarikan lagu-lagu yang indah
Pohon, rumput, dan hewan, riang menyambutnya
Hujan itu penuh makna
Membasahi hati yang telah kering
Membuat yang layu menjadi berseri kembali
Gemericiknya menentramkan hati
Membawa kedamaian

Di tengah kesepian
Diriku hanya bisa tersenyum melihat tarian hujan itu
Walaupun hujan hanyalah air
Tapi air itu bukan sekedar air
Air itu adalah kasih, air itu adalah perwujudan cinta-Nya
Namun, hanya sedikit dari kita yang menyadarinya

Apakah kita sudah pernah bertanya pada diri kita?
Diri kita terlalu sibuk, egois….

Wahai sahabat, cobalah satu kali saja kita perhatikan hujan
Maknailah kehadirannya
Agar tercapai kedamaian hati….

Tedy Muslim Haq
Bandung, 28 Juni 2008
Dibawah naungan hujan, selasar comlabs ITB, pkl 15.14 menjelang ashar

June 30, 2008 Posted by tedylight | Isi hatiku.... | | 1 Comment

Malam

Di tengah langit malam
Kutatap dunia di atasku
Bulan tersenyum dengan manisnya
Memancarkan cahaya yang menyejukkan hati
Bagai rona yang diselimuti kasih dan damai

Sang bintang pun tak mau kalah
Dengan anggun melepas cahayanya untuk menerangiku
Cahaya-cahaya kecil yang melindungiku dari kejauhan
Menerangi wajahku yang kusam ini

Aku kagum melihat itu semua
Melihat bulan dan bintang yang ikhlas
Ikhlas memberikan cahayanya untuk menerangi seluruh makhluk
Tanpa pamrih

Aku tiba-tiba menangis
Melihat diriku…..
Diriku yang blum mampu menyebarkan cahaya seperti mereka
Aku…..Aku….Aku….

Tedy Muslim Haq
Bandung, 3 November 2007

June 30, 2008 Posted by tedylight | Isi hatiku.... | | 1 Comment

Tentang diriku….

Nama lengkapku Tedy Muslim Haq. Aku dilahirkan di Balikpapan, tanggal 9 Desember 1988.
Lahir sebagai anak terakhir dari 3 bersaudara. Kakakku yang pertama bernama Fauzan Rahman Haq, dan kakakku yang kedua bernama Zakir Abdi Haq.
Dilahirkan dari kedua orangtua yang sangat aku banggakan, ayahku, Fajar Shodiq Haq, yang sungguh menyayangi diriku, dan ibundaku, Nurganiah, yang sangat gigih perjuangannya membesarkanku dan saudara-saudaraku.

Aku lahir di RS. Pertamina Balikpapan. Masa2 kecilku kulalui dengan hidup yang sederhana. Kehidupan anak-anak yang sungguh jauh dari kemewahan. Dalam masa-masa kecil ini, diriku selalu merasa iri melihat teman-teman sebayaku mendapatkan mainan yang diinginkannya. Sedangkan aku jarang sekali mendapatkannya, karena kondisi keuangan kami yang terbatas.

Sejak tahun 1984, keluarga kami tinggal di daerah yang bernama “Karang Rejo”.
Karena melihat lingkungan yang tidak baik untuk perkembangan anak-anaknya, orangtuaku memutuskan untuk memindahkan kami ke rumah yang lain, tentunya dengan lingkungan yang lebih baik. Lalu pada tahun 1994 kami pindah ke Pondok Karya Agung.

Saat umurku 6 tahun, ibunda hendak memasukkan aku ke Sekolah Dasar, namun hal itu tidak terwujud karena tiba-tiba ayah sakit dan harus berobat ke Jakarta.
Tahun berikutnya, barulah aku menginjakkan kakiku di Sekolah Dasar, sekolah itu bernama SD Negeri 062 Balikpapan Selatan. Sungguh merupakan hal yang menyenangkan bisa bersekolah. Aku ingat sekali, pada waktu itu, aku hanya diberi uang saku dua ratus rupiah setiap hari. Sungguh jumlah yang sangat jauh sekali dibandingkan dengan uang saku anak SD saat ini.

Tahun-tahun awal pendidikan SD-ku tidak begitu baik. Di kelas 1 aku hanya menduduki peringkat ke-7 di kelas. Namun kondisi itu berubah sejak aku memasuki bangku kelas 2, aku berhasil meraih peringkat yang lumayan tinggi, peringkat ke-2 di kelas.
Entah mengapa, saat di kelas tiga, mata pelajaran begitu mudah aku tangkap di otakku, Alhamdulillah, aku meraih peringkat pertama di kelas. Prestasi ini berhasil aku pertahankan hingga lulus SD. Terimakasih ya Allah…

Tingkat SMP aku lanjutkan di SMP Negeri 10 Balikpapan. Sekolah ini terkenal dengan siswa-siswanya yang nakal dan suka berkelahi. Alhamdulillah aku tidak terpengaruh dengan “kondisi” ini. Aku terus berjuang meraih masa depanku. Saat inilah aku mendapatkan amanah terbesar pertamaku di lingkungan sekolah, yakni terpilih menjadi Ketua OSIS.

Dengan nilai UAN yang cukup, akhirnya aku dapat diterima di salah satu SMA favorit di Kalimantan Timur, SMA Negeri 1 Balikpapan.

To be continued……..

June 30, 2008 Posted by tedylight | Tentangku... | | 3 Comments

Indonesia

ku terdiam tak bicara
Hanya mampu menangis sendiri saja
Melihat bangsa Indonesia
Diriku sedih, perih di hati

Mengapa bangsa yang begitu besar ini tertatih-tatih?
Apa yang sudah kita lakukan…
Korupsi, pelecehan, kekerasan
Apakah begitu bobroknyakah negara kita?
Aku menangis…

Wahai pemuda dan pemudi
Di manakah kalian?
Negeri ini menangis memohon bantuan kalian
Aku kembali menangis…

Pemuda dan pemudi yang jujur
Kumohon bantuan kalian
Gantikanlah dan singkirkan penjarah bangsa ini
Aku tak sanggup melakukannya sendirian
Dengan penuh harap
Aku menangis….

Tedy Muslim Haq
Bandung, 11 Agustus 2007, pkl 10.10

June 30, 2008 Posted by tedylight | Isi hatiku.... | | No Comments Yet