Nama lengkapku Tedy Muslim Haq. Aku dilahirkan di Balikpapan, tanggal 9 Desember 1988.
Lahir sebagai anak terakhir dari 3 bersaudara. Kakakku yang pertama bernama Fauzan Rahman Haq, dan kakakku yang kedua bernama Zakir Abdi Haq.
Dilahirkan dari kedua orangtua yang sangat aku banggakan, ayahku, Fajar Shodiq Haq, yang sungguh menyayangi diriku, dan ibundaku, Nurganiah, yang sangat gigih perjuangannya membesarkanku dan saudara-saudaraku.
Aku lahir di RS. Pertamina Balikpapan. Masa2 kecilku kulalui dengan hidup yang sederhana. Kehidupan anak-anak yang sungguh jauh dari kemewahan. Dalam masa-masa kecil ini, diriku selalu merasa iri melihat teman-teman sebayaku mendapatkan mainan yang diinginkannya. Sedangkan aku jarang sekali mendapatkannya, karena kondisi keuangan kami yang terbatas.
Sejak tahun 1984, keluarga kami tinggal di daerah yang bernama “Karang Rejo”.
Karena melihat lingkungan yang tidak baik untuk perkembangan anak-anaknya, orangtuaku memutuskan untuk memindahkan kami ke rumah yang lain, tentunya dengan lingkungan yang lebih baik. Lalu pada tahun 1994 kami pindah ke Pondok Karya Agung.
Saat umurku 6 tahun, ibunda hendak memasukkan aku ke Sekolah Dasar, namun hal itu tidak terwujud karena tiba-tiba ayah sakit dan harus berobat ke Jakarta.
Tahun berikutnya, barulah aku menginjakkan kakiku di Sekolah Dasar, sekolah itu bernama SD Negeri 062 Balikpapan Selatan. Sungguh merupakan hal yang menyenangkan bisa bersekolah. Aku ingat sekali, pada waktu itu, aku hanya diberi uang saku dua ratus rupiah setiap hari. Sungguh jumlah yang sangat jauh sekali dibandingkan dengan uang saku anak SD saat ini.
Tahun-tahun awal pendidikan SD-ku tidak begitu baik. Di kelas 1 aku hanya menduduki peringkat ke-7 di kelas. Namun kondisi itu berubah sejak aku memasuki bangku kelas 2, aku berhasil meraih peringkat yang lumayan tinggi, peringkat ke-2 di kelas.
Entah mengapa, saat di kelas tiga, mata pelajaran begitu mudah aku tangkap di otakku, Alhamdulillah, aku meraih peringkat pertama di kelas. Prestasi ini berhasil aku pertahankan hingga lulus SD. Terimakasih ya Allah…
Tingkat SMP aku lanjutkan di SMP Negeri 10 Balikpapan. Sekolah ini terkenal dengan siswa-siswanya yang nakal dan suka berkelahi. Alhamdulillah aku tidak terpengaruh dengan “kondisi” ini. Aku terus berjuang meraih masa depanku. Saat inilah aku mendapatkan amanah terbesar pertamaku di lingkungan sekolah, yakni terpilih menjadi Ketua OSIS.
Dengan nilai UAN yang cukup, akhirnya aku dapat diterima di salah satu SMA favorit di Kalimantan Timur, SMA Negeri 1 Balikpapan.
To be continued……..

